Tuesday, 28 October 2014

RELAKANLAH.....


Waktu istirahat sudah lewat beberapa menit, tapi anak-anak kelas IV belum juga diperbolehkan keluar. Sebabnya ialah karena ball-point Marni yang baru dibelikan ibunya hilang.

Bu Tuti paling tidak senang jika ada muridnya yang menjadi pencuri. Bu Tuti ingin sekali menangkap pencuri kecil itu dan menghukumnya supaya jera.

Sunday, 26 October 2014

SAAT TERHALANG


Seekor semut pejuang sedang berpetualang mencari makanan sendirian. Semua makanan pasti disukainya, terutama makanan yang rasanya manis. Ditelusurinya jalan yang panjang dan setiap beberapa langkah, jalan yang dilaluinya ditandainya dengan cairan tubuhnya sebagai petunjuk jalan pulang nanti.
Beberapa lama kemudian, tibalah sang semut pejuang di sebuah dapur rumah manusia. Ini pasti tempat di surga pikir sang semut, karena begitu banyak makanan berceceran di sepanjang mata sang semut memandang.
Sang semut pejuangpun kemudian berlari pulang secepatnya ke rumah, mengikuti jalan yang telah diberinya tanda sehingga sang semut tidak tersasar. Didalam sarangnya sang semut kemudian melaporkan petualangannya menemukan surga makanan kepada pemimpinnya. Segera saja sang pemimpin memberikan komando kepada seluruh pasukan semut pekerja, untuk segera datang ke lokasi dibimbing oleh sang semut pejuang.
Setibanya di lokasi, berbondong-bondong seluruh pasukan semut pekerja mengangkut makanan. Bila makanannya berbobot ringan, diangkut seekor semut pekerja. Sebaliknya bila berbobot berat akan diangkut beramai-ramai.

Friday, 24 October 2014

Dialog Dengan Malaikat



Pada suatu hari, Tuhan memanggil dua malaikat, yang satu senior dan yang satu junior untuk diutus ke Bumi. Sebelum diutus ke Bumi, Tuhan berpesan kepada malaikat yang junior untuk tidak banyak bertanya. Boleh bertanya bila benar-benar penting. Tugas yang junior hanya memperhatikan apa yang dilakukan oleh seniornya.
Maka turunlah mereka ke Bumi dengan menyamar sebagai hamba Tuhan. Pada suatu ketika, sampailah mereka pada sebuah rumah tua yang sangat mewah, yang baru dibeli oleh seorang kaya. Orang kaya ini sangat pelit. Maka diketuklah pintu rumah orang kaya itu. Orang kaya membuka pintu rumah dengan tidak ramah dan terjadilah pembicaraan sebagai berikut:

Tuesday, 14 October 2014

MAKNA DI DALAM DOA BAPA KAMI


JANGAN katakan BAPA
Jika kamu tidak berlaku sebagai ‘anak’ setiap hari


.JANGAN katakan KAMI..
Jika hidupmu penuh dengan ‘keegoisan’, hanya mementingkan diri sendiri

JANGAN katakan YANG ADA DISURGA..
Jika yang kamu pikirkan adalah ‘perkara duniawi’ saja

JANGAN katakan DIKUDUSKANLAH NAMAMU
Jika kamu "tidak menguduskan YESUS sebagai TUHAN" dalam hatimu

JANGAN katakan DATANGLAH KERAJAANMU..
Jika yang kau obsesikan hanyalah ‘keberhasilan duniawi saja'

JANGAN katakan JADILAH KEHENDAKMU..
Jika yang kamu lakukan hanyalah ‘yang kamu inginkan'

Saturday, 11 October 2014

Semua Dalam Rencana-Nya


Ini adalah cerita yang indah yang akan membuatmu mengerti bahwa segala sesuatu terjadi untuk suatu alasan, tidak ada yang kebetulan, semua dalam rencana Tuhan yang sempurna.
Seorang pendeta muda dan istrinya ditugaskan untuk membuka kembali sebuah gereja tua di daerah pinggiran Brooklyn . Mereka tiba di daerah tersebut pada bulan Oktober dengan penuh semangat. Ketika mereka melihat gereja tersebut, terlihatlah sebuah gereja yang sangat berantakan dan membutuhkan banyak kerja keras. Mereka membuat target bahwa semua harus selesai diperbaiki dan siap digunakan untuk ibadah malam Natal.

Wednesday, 8 October 2014

SEJARAH HKBP

Tahun-tahun bersejarah HKBP



  • 1824 * Missionaris pertama ke Tanah Batak yaitu Tuan Burton dan tuan Ward dari Inggris
  • 1825 * 1829 Perang Tuanku Rau (Perang Bonjol) terhadapTanah Batak dan sejak saat itulah Islam masuk ke Tapanuli.
  • 1834 * Pendeta Samuel Munson dan Pdt. Henry Lyman datang ke Tapanuli yaitu Missionaris yang dikitim oleh Zending Boston, Amerika Serikat Meninggal di Lobu Pining.
  • 1840 * Tuan Junghun ahli sejarah dari Eropa menerbitkan Buku mengenai Tanah Batak khususnya Tapanuli.
  • 1849 * Tuan Van Der Tuuk dari Amsterdam, Belanda menerjemahkan sebagian isi Alkitab ke bahasa BAtak dan Kamus Batak-Belanda.
  • 1857 * Pdt. Van Asselt tiba dari negeri Belanda dan melayani gereja di Tapanuli Selatan.
  • 1858 * Dengan beredarnya Buku mengenai Batak dan Indonesia di Eropa, Akhirnya para missionaris banyak yang datang ke tempat-tempat terpencildi Kalimantan dan sekitarnya.
  • 1861 * Hari lahirnya HKBP, tepatnya 7 Oktober 1861.

Sunday, 5 October 2014

Bolehkah Saya Mendapat Sedikit Cahaya?




Disebuah rumah mungil dipinggir hutan, tinggal sebatang lilin kecil. Ketika hari menjelang malam pemilik rumah tersebut menyalakan lilin kecil itu. Tiba-tiba datang angin besar menerobos masuk ke jendela rumah itu. Wusshh! Si Lilin Kecil ini merasakan apinya telah padam.
"Aduh, aku harus segera mencari cahaya, hari sudah semakin gelap", kata Lilin Kecil dengan panik.
Si Lilin Kecil lalu keluar dari rumah itu dan berteriak kepada Paman Matahari, "Paman, bolehkah aku meminta sedikit cahayamu?"
"O..o! Mana mungkin Nak, jarak kita kan terlalu jauh! Lagipula Paman harus segera pulang, karena malam akan tiba. Daah", kata Paman Matahari dengan terburu-buru.

Friday, 3 October 2014

2 Manusia Super di Jembatan


Siang ini 6 Februari 2008, tanpa sengaja saya bertemu dua manusia super. Mereka mahluk-mahluk kecil, kurus ,kumal berbasuh keringat. Tepatnya di atas jembatan penyeberangan Setia Budi, dua sosok kecil berumur kira kira delapan tahun menjajakan tissue dengan wadah kantong plastik hitam.
Saat menyeberang untuk makan siang mereka menawari saya tissue di ujung
jembatan. Dengan keangkuhan khas penduduk Jakarta saya hanya mengangkat tangan lebar-lebar tanpa tersenyum yang dibalas dengan sopannya oleh mereka dengan ucapan "Terima kasih Oom !". Saya masih tak menyadari kemuliaan mereka dan cuma mulai membuka sedikit senyum seraya mengangguk ke arah mereka.
Kaki-kaki kecil mereka menjelajah lajur lain di atas jembatan , menyapa seorang laki-laki lain dengan tetap berpola seorang anak kecil yang penuh keceriaan, laki-laki itupun menolak dengan gaya yang sama dengan saya, lagi-lagi saya mendengar ucapan terima kasih dari mulut kecil mereka. Kantong hitam tampat stok tissue dagangan mereka tetap teronggok di sudut jembatan tertabrak derai angin Jakarta . Saya melewatinya dengan lirikan ke arah dalam kantong itu, duapertiga terisi tissue putih berbalut plastik transparan.
Setengah jam kemudian saya melewati tempat yang sama dan mendapati mereka tengah mendapatkan pembeli seorang wanita, senyum di wajah mereka terlihat berkembang seolah memecah mendung yang sedang manggayut langit Jakarta.